Rabu, 13 Desember 2017

7 Keutamaan Puasa Daud yang menakjubkan


Seperti yang telah dikatakan oleh Abdullah bin Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
 “Puasa yang paling disukai di sisi Allah adalah puasa Daud, dan shalat yang paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Daud. Beliau biasa tidur di pertengahan malam dan bangun pada sepertiga malam terakhir dan beliau tidur lagi pada seperenam malam terakhir. Sedangkan beliau biasa berpuasa sehari dan buka sehari.” (HR. Bukhari)”
Dari hadist tersebut dapat kita ambil dan simpulkan beberapa keutamaan puasa daud yang ada di dalamnya antara lain :
1. Puasa Daud Merupakan Puasa yang Paling Disukai Allah SWT
Hadist tersebut menjelaskan tentang keutamaan puasa Daud, yaitu berpuasa sehari dan berbuka puasa (tidak berpuasa) pada hari berikutnya. Puasa sunnah yang seperti inilah yang paling disukai oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan tidak ada lagi puasa yang lebih baik dari itu.
2. Menunaikan Hak Allah SWT dan Hak Badan
Faedah yang lain dari Puasa Daud adalah menunaikan hak Allah subhanahu wa ta’ala dengan melakukan ketaan kepada-Nya serta menunaikan hak badan, yaitu dengan mengistirahatkannya dari makan (berpuasa).
3. Dapat Lebih Memperhatikan Ibadah yang Lainnya
Ada begitu banyak jenis ibadah yang ada, begitu pula dengan kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap hamba-Nya. Jika seseorang berpuasa setiap hari, maka sudah pasti ia akan meninggalkan beberapa kewajiban lain sebagai seorang hamba-Nya. Maka dari itulah dianjurkan untuk melakukan puasa Daud (sehari berpuasa dan sehari tidak) akan setiap hamba Allah subhanahu wa ta’ala dapat lebih memperhatikan kewajiban – kewajiban yang harus dilakukan serta dapat meletakan sesuatu sesuai dengan porsi yang pas dan tepat.
4. Tidak ada Ketaatan yang Lebih Baik dari Puasa dan Shalat Daud
Abdullah bin ‘Amr adalah orang yang sangat bersemangat dalam melakukan ketaan. Ia selalu ingin melakukan puasa setiap harinya tanpa berhenti. Begitu juga ketika ia ingin shalat malam, ia akan melakukan shalat malam semalam suntuk tanpa henti. Karena hal tersebut, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarangnya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan sebuah solusi untuk Abdullah bin ‘Amr agar dapat melakukan ketaatannya dengan lebih baik. Untuk puasa, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyarankan Abdullah bin ‘Amr untuk berpuasa selama tiga pada setiap bulannya. Tetapi Abdullah bin ‘Amr tidak mau dan menginginkan untuk melakukan puasa lebih dari itu.
Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan solusi yang lebih tepat, yaitu untuk berpuasa sehari dan tidak berpuasa pada keesokan harinya. Maka tidak ada lagi ketaatan yang lebih baik dari itu. Begitu juga dengan shalat malam, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi petunjuk shalat malam seperti shalat yang dilakukan oleh Nabi Daud. Nabi Daud ‘alaihis salam biasa tidur pada pertengahan malam pertama sampai sepertiga malam terakhir. Kemudian beliau bangun dan mengerjakan shalat sampai seperenam malam terakhir. Lalu Nabi Daud ‘alaihi wa sallam kembali tidur untuk mengistirahatkan badannya agar semangat saat melakukan shalat Fajr serta berdzikir dan beristigfar saat sahur agar mendapatkan Keutamaan Berdzikir Kepada Allah SWT serta Keutamaan Shalat Tahajjud.
5. Tidak Melakukan Sesuatu Secara Berlebihan
Melakukan sesuatu secara berlebih – lebihan hingga melampaui batas termasuk dalam bentuk ghuluw (berlebih – lebihan) yang tercela. Begitu pula saat kita melakukan ibadah secara terus menerus dan berlebih – lebihan. Hal tersebut dikarenakan menyelisihi petunjuk Nabawi serta dapat membuat kita melalaikan diri dari berbagai kewajiban yang lainnya. Hal ini juga dapat menyebabkan seseorang menjadi malas, kurang bersemangat dan lemas saat melakukan ibadan lainnya. Ingatlah bahwa sebaik – baik petunjuk, adalah pentunjuk dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.


Mendidik Siswa Membangun Bangsa, Memajukan Guru dan Karyawannya



Anak adalah anugerah Allah SWT, tempat kita meneruskan cita-cita dan garis keturunan. Anak juga merupakan amanah, titipan harta yang paling berharga yang harus dijaga, dirawat dan dididik agar menjadi penyejuk hati. Kita ingin anak-anak kita tumbuh menjadi anak yang taqwa, cerdas dan terampil  sesuai dengan slogan pendidikan di negeri kita.
Keberhasilan anak usia dini merupakan landasan bagi keberhasilan pendidikan pada jenjang berikutnya. Usia dini merupakan "usia emas" bagi seseorang, artinya bila seseorang pada masa itu mendapat pendidikan yang tepat, maka ia memperoleh kesiapan belajar yang baik yang merupakan salah satu kunci utama bagi keberhasilan belajarnya pada jenjang berikutnya. Namun disamping itu keberhasilan suatu lembaga yang berkualitas tentu saja harus ditopang dengan Sumber Daya Guru yang berkualitas, energik, penuh motivasi, dan tentu saja mempunyai Dedikasi dan Loyalitas yang bagus. Oleh karena itu kami perlu memperhatikan  hal ini, sebab kinerja Guru beserta karyawan dan elemen didalamnya Yang kondusif serta pentingnya keseimbangan kesejahteraan bagi Guru dan Karyawannya Berperan sangat Vital. Insha Allah..Amin. Oleh sebab itu, kerja keras dan kesungguhan seluruh pihak, baik itu pengurus Yayasan, Guru, Staf, dan  Orang Tua siswa harus bekerja sama demi tercapainya visi kami.
AYA NIAT JEUNG MENTINGKEUN !!!

Gejala dan pencegahan penyakit Liver

Liver atau hati merupakan organ terbesar kedua dalam tubuh manusia dengan ukuran kira-kira sebesar bola  rugby  dan memiliki dua bagian (l...