Kamis, 14 Desember 2017

Gejala dan pencegahan penyakit Liver


Liver atau hati merupakan organ terbesar kedua dalam tubuh manusia dengan ukuran kira-kira sebesar bola rugby dan memiliki dua bagian (lobus) kanan dan kiri. Liver terletak di perut kanan atas tepat di bawah tulang rusuk dan memiliki beberapa fungsi di dalam tubuh, antara lain:
§  Metabolisme lemak. Hati menghasilkan empedu dan kolesterol yang berfungsi dalam mencerna dan transportasi lemak dalam tubuh.
§  Metabolisme protein. Hati menghasilkan asam amino untuk menyusun protein yang penting untuk melawan infeksi serta membersihkan amonia yang merupakan produk pembuangan dari metabolisme protein dan beracun bagi tubuh.
§  Metabolisme karbohidrat. Hati adalah tempat menyimpan gula sehingga turut membantu menjaga keseimbangan gula dalam darah.
§  Metabolisme hemoglobin. Hemoglobin merupakan komponen pembentuk sel darah merah sehingga sel darah merah dapat berfungsi dengan normal. Hati menyimpan zat besi sebagai bahan baku membentuk hemoglobin dan membersihkan bilirubin yang merupakan produk buangan dari metabolisme hemoglobin atau sel darah merah. Bilirubin berlebihan dapat membuat tubuh menjadi kuning.
§  Metabolisme obat-obatan dan racun. Hati membuat obat-obatan yang kita konsumsi berubah dari zat aktif menjadi zat yang tidak aktif lalu membersihkannya juga dari dalam tubuh sehingga dapat dibuang melalui urine atau feses. Salah satu zat yang dimetabolisme oleh hati adalah alkohol.
§  Membantu pembekuan darah.
Sebetulnya, hati merupakan organ yang dapat melakukan regenerasi dengan cepat untuk mengganti sel-selnya yang rusak. Akan tetapi, jika sel-sel yang rusak cukup banyak, maka kerja hati untuk tubuh dapat terganggu. Biasanya terjadi penurunan fungsi hati ketika kerusakan sel-sel hati mencapai 75%.
Meskipun penyebab penyakit liver sangat beragam, perkembangan penyakit dan kerusakan jaringan hati memiliki pola yang mirip. Pengenalan tahapan kerusakan hati sangat penting, karena dengan mengetahui tahapan kerusakan hati, akan menentukan tindakan pengobatan dan pencegahan kerusakan jaringan lebih lanjut. Kerusakan jaringan hati akibat penyakit umumnya mengikuti pola tahapan sebagai berikut:
§  Tahap 1, yaitu fase permulaan penyakit atau inflamasi Tahap ini ditandai dengan adanya inflamasi (peradangan), baik pada jaringan hati maupun saluran empedu. Inflamasi yang muncul disebabkan oleh tubuh yang mencoba memerangi infeksi atau iritasi yang terjadi. Kondisi ini dapat menyebabkan penderita mengalami nyeri perut. Jika tidak ditangani dengan baik, inflamasi dapat membuat kerusakan pada jaringan hati. Namun, pada tahap awal, inflamasi dapat ditangani dan dicegah agar tidak berlanjut ke tahapan berikutnya.
§  Tahap 2, yaitu fibrosis hati. Fibrosis hati pada dasarnya merupakan suatu proses penyembuhan luka pada jaringan hati akibat inflamasi, namun tidak efektif. Hati yang fibrosis sudah mengalami kerusakan jaringan dan mulai menghambat aliran darah pada Jika penyebabnya penyakit akut, maka kerusakan jaringan hati dapat dipulihkan ke kondisi semula. Namun, jika penyebabnya penyakit kronik, maka fibrosis hati dapat berlanjut menjadi sirosis yang memiliki tingkat kematian cukup tinggi. Perubahan kerusakan hati dari fibrosis ke sirosis bervariasi pada tiap orang dan dapat berlangsung selama puluhan tahun. Variasi perubahan fibrosis hati menjadi sirosis dapat dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan.
§  Stadium 3, yaitu sirosis. Sirosis merupakan kondisi kronis yang disebabkan oleh kerusakan jaringan hati dan penyumbatan aliran darah. Penderita penyakit liver yang sudah mengalami sirosis dapat mengalami gejala serius dan membutuhkan perawatan khusus dari dokter. Perawatan yang diberikan berfokus pada meringankan gejala penyakit liver yang muncul dan mencegah gagal
§  Stadium 4, yaitu gagal hati. Pada tahap akhir ini, terjadi kerusakan hati secara menyeluruh sehingga menyebabkan hilangnya fungsi organ ini secara menyeluruh. Penderita gagal hati memerlukan perawatan khusus untuk meminimalkan risiko kematian. Meskipun perkembangan penyakit liver dari tahap 1 hingga tahap 3 memerlukan waktu bertahun-tahun, kerusakan hati yang sudah mencapai tahap akhir tidak bisa diperbaiki dan dapat menyebabkan kematian.
Jenis Dan Penyebab Penyakit Liver
Jenis penyakit liver sangat beragam. Hingga saat ini, penyakit liver yang sudah teridentifikasi mencapai sekitar 100 jenis penyakit dengan penyebab yang berbeda-beda. Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit liver berdasarkan penyebabnya:
§  Penyakit liver terkait alkohol. Penyebab penyakit liver ini adalah konsumsi alkohol selama bertahun-tahun. Alkohol bersifat toksik untuk sel-sel hati, terutama pada saat organ ini menyaring alkohol dari dalam darah. Pada saat alkohol disaring oleh hati, sel-sel hati dapat mengalami kematian. Meskipun demikian, hati memiliki kemampuan regenerasi, untuk mengganti sel-selnya yang telah rusak sehingga fungsinya tetap terjaga. Akan tetapi, jika seseorang terus-menerus mengonsumsi alkohol, maka kemampuan regenerasi hati dapat terganggu dan dapat menyebabkan kerusakan yang lebih serius dan berbahaya.
§  Non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD) atau perlemakan hati. Dalam kondisi normal, sel-sel hati seharusnya hanya mengandung sedikit lemak, namun pada penyakit liver ini terdapat penumpukan lemak yang berlebih di sel-sel hati. Perlemakan hati seringkali terjadi pada orang yang mengalami obesitas dan memiliki kandungan lemak tinggi di dalam tubuh.
§  Hepatitis. Hepatitis merupakan penyakit liver yang muncul akibat peradangan pada jaringan hati. Beberapa jenis hepatitis tergolong ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya. Sedangkan beberapa jenis lainnya merupakan hepatitis serius yang dapat berkembang menjadi sirosis, gagal hati, maupun kanker hati. Hepatitis dapat terjadi secara akut maupun kronis. Penyebab terjadinya hepatitis sangat beragam, di antaranya adalah infeksi virus dan kondisi autoimun. Jenis-jenis hepatitis meliputi hepatitis A, B, C, D, E, dan hepatitis autoimun.
§  Hepatitis toksik (toxic hepatitis). Ini merupakan peradangan pada jaringan hati akibat tubuh terkena seyawa kimia beracun yang menyebabkan terjadinya kerusakan jaringan hati. Jenis-jenis racun yang dapat menyebabkan hepatitis toksik sangat beragam, baik itu berasal dari obat, suplemen makanan, atau zat kimia lainnya. Seringkali gejala hepatitis toksik akan menghilang dengan sendirinya pada saat tubuh tidak lagi terpapar senyawa tersebut. Namun, pada beberapa kasus, hepatitis toksik yang lebih serius dapat memicu terjadinya kerusakan jaringan hati secara permanen, sirosis dan gagal hati yang membahayakan nyawa Beberapa jenis obat yang dapat mengakibatkan hepatitis toksik adalah paracetamolisoniazidamoxicillindiclofenacfenofibrate, dan phenytoin.
§  Penyakit liver kolestasis (cholestatic liver disease). Kolestasis terjadi akibat gangguan aliran empedu, baik karena berkurangnya cairan empedu maupun karena adanya hambatan pada saluran empedu. Gangguan aliran empedu dapat menyebabkan penumpukan bilirubin di dalam darah. Bilirubin merupakan produk sisa dari penghancuran sel-sel darah merah dan harus dibuang melalui feses maupun urine. Penyebab terjadinya kolestasis di dalam hati cukup beragam, baik akibat gangguan di dalam sel hati (hepatocellular cholestasis) maupun akibat gangguan saluran empedu dalam hati (cholangiocellular cholestasis). Penyebab cholangiocellular cholestasisantara lain: primary biliary cirrhosiscystic fibrosis, dan primary sclerosing cholangitis.
§  Penyakit liver yang diturunkan (inherited liver disease). Penyakit ini disebabkan oleh kelainan genetik yang menyebabkan gangguan fungsi organ hati. Dua jenis penyakit liver genetik yang paling dikenal adalah hemokromatosis dan defisiensi alfa-1 Defisiensi alfa-1 antitripsin merupakan penyakit akibat kekurangan protein alfa-1 antitripsin yang diproduksi di dalam hati untuk melindungi jaringan paru-paru dari kerusakan. Selain kerusakan paru-paru, kekurangan protein alfa-1 antitripsin juga dapat mengakibatkan penyakit liver.
§  Kanker hati. Kanker hati merupakan jenis kanker yang awal munculnya adalah pada organ hati. Terdapat beberapa jenis kanker hati, yaitu hepatocellular carcinoma(HCC), hepatoblastoma, dan cholangiocarcinoma. HCC merupakan bentuk yang paling sering terjadi.
Faktor Risiko Penyakit Liver
Faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit liver, di antaranya adalah:
§  Obesitas.
§  Konsumsi alkohol berlebihan.
§  Terpapar racun atau zat kimia tertentu.
§  Penyalahangunaan NAPZA dengan berbagi jarum suntik.
§  Terpapar dengan darah dan cairan tubuh orang lain.
§  Sering berganti pasangan dalam hubungan seksual dan tidak melakukan hubungan seksual secara aman.
§  Tato dan tindik.
§  Diabetes dan peningkatan kadar trigliserida.
Gejala Penyakit Liver
Gejala penyakit liver yang muncul pada seseorang sangat beragam, tergantung kepada jenis dan penyebab penyakit liver yang diderita. Berikut beberapa gejala yang dapat ditimbulkan dari penyakit liver, di antaranya adalah:
§  Kehilangan nafsu makan.
§  Mual dan muntah.
§  Rasa lelah.
§  Warna feses berubah menjadi pucat seperti dempul.
§  Warna urine berubah menjadi gelap seperti teh.
§  Kulit dan mata menjadi kuning.
§  Gatal-gatal pada kulit.
§  Nyeri perut dan perut membesar.
§  Pembengkakkan pada tungkai dan kaki.
§  Mudah memar.
Diagnosis Penyakit Liver
§  Tes Darah. Tes darah berguna untuk mengetahui kondisi peradanganyang terjadi pada hati dan fungsi organ tersebut. Dalam hal ini, petugas laboratorium akan melakukan:
§  Penghitungan sel darah lengkap. Penderita penyakit liver dapat mengalami penekanan sumsum tulang, terutama pada tahap sirosis. Karena itu, akan terjadi penurunan sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.
§  Pemeriksaan fungsi hati. Dalam hal ini, parameter-parameter yang akan dilihat adalah kadar enzim yang dilepas saat hati mengalami peradangan, seperti SGOT dan SGPT, serta ezim yang dilepas oleh sel di saluran empedu, seperti GGT dan alkali fosfatase. Selain itu diperiksa juga kadar protein dan albumin serta bilirubin dalam darah.
§  INR. Melihat fungsi pembekuan darah.
§  Amonia. Diperiksa bila pasien mengalami gangguan kesadaran yang dicurigai disebabkan oleh gagal hati.
§  Deteksi virus. Pemeriksaan ini dilakukan bila dicurigai terdapat hepatitis A, B, C, atau D
§  Pemeriksaan ini berfungsi untuk mendapatkan gambaran organ hati secara jelas dan organ-organ disekitarnya. Metode yang dapat digunakan antara lain:
§  USG.
§  CT scan.
§  MRI.
§  Biopsi hati. Metode dilakukan dengan cara mengambil sampel jaringan hati menggunakan jarum halus, untuk kemudian dianalisis dengan Pelaksanaan biopsi biasanya didahului dengan pemberian bius lokal pada pasien.
§  Tes Genetik. Tes ini berfungsi untuk mendiagnosis pasien yang menderita penyakit liver yang diturunkan.
Pengobatan Penyakit Liver
Pengobatan penyakit liver sangat tergantung dari penyebabnya. Beberapa penyakit liver dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup seperti menurunkan berat badan dan berhenti minum alkohol, sementara penyakit liver yang lainnya harus ditangani dengan obat-obatan, operasi atau bahkan transplantasi hati. Yang terpenting dari pengobatan penyakit liver adalah menghindari berkembangnya inflamasi menjadi sirosis yang berbahaya bagi penderita.
Metode yang paling penting dalam mencegah terjadinya sirosis adalah dengan menghindari dan mengatasi penyebab-penyebab yang menimbulkan peradangan pada liver. Jika penyebab peradangan segera ditangani, maka perkembangan kerusakan jaringan liver dari tahap inflamasi menjadi sirosis dapat dihindari. Oleh karena itu, identifikasi penyebab peradangan sangat penting untuk mencegah terjadinya inflamasi pada hati secara terus-menerus.
Pencegahan Penyakit Liver
Untuk mencegah penyakit liver, tindakan yang harus dilakukan adalah:
§  Tidak berbagi jarum suntik dan melakukan hubungan seksual yang aman.
§  Mencegah terjadinya hepatitis dengan cara mengikuti program vaksinasi virus hepatitis.
§  Menjaga berat badan normal sesuai dengan indeks massa tubuh.
§  Tidak mengonsumsi minuman beralkohol.
§  Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat medis maupun obat herba.


Mengenal Tekanan darah Tinggi / Hipertensi


Tahukah Anda? Hipertensi diderita oleh sekitar 7 milyar manusia di dunia. Di Indonesia sebanyak 25,8% orang dewasa mengalami hipertensi. Sayangnya hanya 7,2% penduduk yang sudah mengetahui memiliki penyakit tekanan darah tinggi ini dan hanya 0,4% kasus yang minum obat hipertensi. Hipertensi dianggap remeh padahal penyakit ini menjadi “silent killer” yang menakutkan.
Proses Terjadinya Penyakit Hipertensi
Jantung bertugas memompa darah ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Kekuatan jantung saat memompa darah yang diterima oleh dinding pembuluh darah di seluruh tubuh akan menghasilkan tekanan darah. Tekanan darah ditentukan oleh jumlah darah yang dipompa oleh jantung dan besar tahanan yang diterima oleh aliran darah tersebut di dalam pembuluh darah. Semakin banyak jumlah darah yang dipompa dan semakin sempit diameter pembuluh darah arteri akan menghasilkan tekanan darah yang semakin tinggi.
Tekanan darah biasanya naik perlahan dari 90/60 mmHg saat lahir menjadi 120/80 mmHg saat dewasa. Tekanan darah akan meningkat secara alami ketika seseorang berolahraga atau melakukan aktivitas berat kemudian kembali lagi menjadi normal ketika tubuh beristirahat. Berbagai penyebab bisa membuat tekanan darah menjadi menetap tinggi. Tekanan darah tinggi ini harus menjadi perhatian ketika seseorang tetap memiliki tekanan darah yang tinggi saat beristirahat. Ini menandakan jantung bekerja terlalu keras dan pembuluh darah arteri menerima tekanan yang berlebih sehingga bisa membahayakan organ tubuh dan bahkan mematikan penderitanya.
Hipertensi berdasarkan penyebabnya dibedakan menjadi dua, yaitu hipertensi primer (esensial) dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer disebabkan oleh kondisi yang tidak diketahui. Meski penyebab hipertensi primer belum diketahui, penelitian menunjukkan hipertensi ini terkait erat dengan riwayat dalam keluarga dan dipengaruhi oleh gaya hidup. Sementara itu, hipertensi sekunder disebabkan oleh penyakit atau kondisi yang memiliki efek lain menyebabkan peningkatan tekanan darah. Jika penyakitnya diobati dengan cepat, biasanya tekanan darah akan kembali normal.
Gejala Hipertensi
Penyakit ini diremehkan sebab sebagian besar penderita hipertensi pada awalnya tidak memiliki keluhan. Hipertensi biasanya memang tidak menimbulkan gejala yang khas. Oleh sebab itu, banyak penderita hipertensi tidak menyadari sedang memiliki tekanan darah tinggi dan meremehkan pengobatan. Hal ini disebabkan organ tubuh melakukan adaptasi terhadap tekanan darah tinggi. Meski demikian, kondisi tekanan darah tinggi ini berbahaya sebab akan merusak organ vital sebab adaptasi ini ada batasnya.
Pada kondisi lanjut, penderita akan mulai mengalami keluhan sesuai dengan kerusakan organ target yang ditimbulkan oleh tekanan darah tinggi ini. Kondisi ini biasanya sudah terlambat. Bahkan, gejala yang dikeluhkan terkadang sudah dalam taraf yang berbahaya, juga berisiko mematikan seperti stroke, serangan jantung, gagal jantung atau gagal ginjal.
Diagnosis dan Pemeriksaan Hipertensi
Setiap orang disarankan untuk memantau tekanan darahnya dengan teratur. Pemeriksaan untuk mengetahui tekanan darah ini mudah, tidak sakit, dan terjangkau. Anda bisa ke dokter keluarga, Puskesmas, rumah sakit atau Pusat Pelayanan Kesehatan terdekat untuk mengetahui tekanan darah.
Tekanan darah akan diukur memakai alat khusus yang disebut sfigmomanometer atau tensimeter. Ada tiga jenis tensimeter, yaitu tensimeter yang menggunakan air raksa, digital dan aneroid. Petugas akan melilitkan manset di lengan kemudian akan mengembangkan manset hingga batas tempat aliran arteri mengalami interupsi. Setelah itu, tekanan manset akan diturunkan perlahan sambil petugas mendengarkan suara nadi yang muncul. Hasil pengukuran akan dibaca sebagai dua angka dalam skala milimeter of mercury (mmHg) yang menunjukkan tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik.
Tekanan darah di bawah 120/80 mmHg dikatakan normal. Tekanan darah rendah jika kurang dari sama dengan 90/60 mmHg. Tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih menunjukkan hasil tinggi. Orang dengan tekanan darah antara 120/80 mmHg dan 139/89 mmHg memiliki kondisi “prehipertensi” yang artinya berisiko tinggi mengalami hipertensi. Tekanan darah sistolik antara 140-159 mmHg dan tekanan darah diastolik antara 90-99 mmHg disebut hipertensi stadium I. Tekanan darah sistolik 160 mmHg atau lebih dan tekanan darah diastolik antara 100 mmHg atau lebih disebut hipertensi stadium II.
Apa yang harus dipersiapkan:
·         Gunakan pakaian yang nyaman dengan lengan yang mudah dibuka.
·         Siapkan data pribadi termasuk keluhan, riwayat penyakit, riwayat keluarga, riwayat pengobatan termasuk konsumsi suplemen dan jamu, pola makan, gaya hidup.
Pengobatan Hipertensi
Hipertensi dianugerahi julukan “silent killer” sebab kematian akibat hipertensi dan penyakit-ginjal-akibat-hipertensi sebesar 7,5 juta jiwa. Jumlah sekitar 12,8% dari penyebab kematian seluruhnya. Pengobatan hipertensi ditujukan untuk mengelola tekanan darah supaya terkontrol. Pengobatan dilakukan supaya tekanan darah tidak semakin tinggi sehingga mencegah komplikasi dan kematian akibat penyakit tekanan darah tinggi ini. Penderita hipertensi harus meminum obat dengan teratur setiap hari.
Anda harus bekerja sama dengan tenaga kesehatan dan keluarga untuk mengontrol tekanan darah. Jika Anda didiagnosis hipertensi, dokter akan meresepkan obat dan perubahan gaya hidup untuk mengontrol tekanan darah. Perubahan gaya hidup sama pentingnya dengan pengobatan antihipertensi sehingga jangan dikesampingkan. Perubahan gaya hidup meliputi mengatur berat badan, aktivitas fisik yang aktif, berhenti merokok dan mengadopsi pola makan sehat yang kaya buah sayur namun rendah natrium (garam), lemak jenuh dan kolesterol.
Penderita hipertensi membutuhkan obat antihipertensi untuk mengontrol tekanan darah. Biasanya obat hipertensi diberikan dokter dengan memilih dosis rendah terlebih dahulu. Dosis ditingkatkan secara bertahap jika diperlukan. Beberapa kasus membutuhkan kombinasi dua atau tiga jenis obat. Pengobatan aman jika dilakukan sesuai pengawasan oleh dokter. Jarang orang mengalami efek samping yang tidak menyenangkan. Setiap terapi obat untuk hipertensi akan dipantau secara hati-hati oleh dokter. Jangan mengubah dosis obat hipertensi atau berhenti berobat tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Komplikasi Hipertensi
Tekanan darah tinggi akibat hipertensi akan memberikan tekanan berlebihan pada dinding pembuluh darah di tubuh juga pada organ-organ tubuh. Semakin tinggi tekanan darah, ditambah tidak terkontrol, akan menimbulkan kerusakan pada organ-organ tubuh. Tekanan darah tinggi yang tidak dikontrol bisa menyebabkan serangan jantung atau stroke, aneurisma, gagal jantung, gangguan ginjal, gangguan mata, sindroma metabolik, serta gangguan belajar dan mengingat.
Hipertensi merupakan penyakit yang diremehkan namun sangat berbahaya. Hipertensi bisa dicegah dengan cara mudah yaitu hidup sehat. Gaya hidup sehat bisa membantu tekanan darah tetap berada dalam kisaran normal serta menurunkan risiko mengalami penyakit jantung dan stroke. Gaya hidup sehat antara lain:
·         Makan dengan pola makan sehat sesuai pedoman umum gizi seimbang
·         Menjaga berat badan supaya ideal
·         Melakukan aktivitas fisik secara cukup
·         Tidak merokok
·         Manajemen stres dengan baik
·         Konsumsi obat sesuai dengan petunjuk dokter Anda
·         Menghindari konsumsi alkohol



Manfaat Mengamalkan 7 Sunnah Rosul

Dari ‘Amr bin ‘Auf bin Zaid al-Muzani radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku, kemudian diamalkan oleh manusia, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun,” (HR Ibnu Majah: 209). - HADISTS yang agung ini menunjukkan keutamaan besar bagi orang yang menghidupkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, terlebih lagi sunnah yang telah ditinggalkan kebanyakan orang. Oleh karena itu, Imam Ibnu Majah mencantumkan hadits ini dalam kitab “Sunan Ibnu Majah” pada Bab: “(Keutamaan) orang yang menghidupkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah ditinggalkan (manusia)”.Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari berkata, “Orang muslim yang paling utama adalah orang yang menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah ditinggalkan (manusia), maka bersabarlah wahai para pencinta sunnah (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam), karena sesungguhnya kalian adalah orang yang paling sedikit jumlahnya (di kalangan manusia).”Nah, apa saja sunnah harian Rasulullah itu?Pertama: Shalat tahajjud, Semua rasul, Nabi, kekasih Allah (auliya”) dan para ulama salaf tidak meninggalkan shalat tahajud. Ini merupakan ciri orang saleh dan ikhlas. Dalam rangkai sahabat Ali Bin Thalib menyatakan bahwa, salah satu dari obatnya hati adalah shalat malam dan tahajud. Dan Allah S.W.T berfirman : “Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah mudahan Tuhan Mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji,” ( Al-Israa’:79).Kedua: Membaca Al-Quran dengan Terjemahan nya, Al-Quran merupakan petunjuk dan sumber mata kehidupan. Al Qur’an merupakan pedoman muslim untuk hidup dan menjalani kehidupan. Maka membaca atau tadarus Al-Quran itu penting sekali, kita tidak hanya disuruh membaca, tetapi juga memahami dan menghayati artinya serta dilanjutkan dengan mengamalkan ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya.Ketiga: Memakmurkan masjid/shalat subuh di mesjid. Masjid adalah rumah nya Allah. Mesjid adalah sebuah tempat suci bagi orang-orang yang senantiasa mensucikan dirinya secara lahir maupun batin. Masjid merupakan tempat untuk menggembleng pengalaman-pengalaman ruhani/spiritual, mengokokohkan iman dan tauhid. Masjid juga sebagai tempat tinggal landas bagi mi’rajnya orang-orang beriman. Dalam artian ini, masjid sebagai tempat menginternalisasikan nilai-nilai Ilahiyah ke dalam dirinya sebagai modal utama dalam kehidupan, baik secara individu, dalam lingkup rumah tangga, masyarkat dan bangsa bahkan dalam lingkup dunia global.Keempat: Shalat Dhuha. Salah satu rahasia Shalat dhuha adalah karena Shalat Dhuha adalah sedekah.Shalat dhuha adalah ibadah sunnah yang senantiasa dilakukan Rasullah Saw.Setiap amal ibadah yang diperintahkan ataupun dianjurkan Allah dan Rasul- Nya pasti ada rahasia yang tersembunyi di dalamnya. Memang kadang kemampuan akal kita tak dapat menjangkau/memahaminya. Tapi yang pasti semuanya itu adalah demi kemasalahatan dan kemanfaatan kita, manusia. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap persendian manusia diwajibkan untuk bersedakah setiap harinya mulai matahari terbit. Memisahkan (menyelesaikan perkara) antara dua orang (yang berselisih) adalah sedekah. Menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah. Berkata yang baik juga termasuk sedekah. Begitu pula setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah. Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah shadaqah,” (HR. Bukhari dan Muslim).Orang-orang salafush-shaleh pernah bilang “Jika kalian menginginkan kebahagiaan di dunia dan akhirat kelak, maka lakukan shalat dhuha.”Kelima: Bersedekah. Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari. Seorang sudah bisa disebut mukmin yang sebenarnya, jika sudah bersedekah. Carilah rizki dengan sedekah. Demikian juga bertaubatlah dengan bersedekah, jika kita sakit juga hendaknya bersedekah. Banyak sekali ayat Al-Quran yang menegaskan dan memerintahkan akan hal ini. bersedekah merupakan tolok ukur dan ciri dari orang-orang yang beriman, shaleh dan bertakwa.Keenam: Menjaga wudhu terus menerus karena Allah menyayangi hamba yang berwudhu. Nabi saw, senantiasa dalam keadaan wudhu, baik dalam waktu dan keadaan apapun.  Jangan tinggalkan wudhu. Kalau batal, berwudhulah kembali. Hal itu merupakan kebutuhan kita sendiri dalam rangka untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kalau kita selalu berwudhu insya Allah akan selamat dari ikatan dan kegenitan dunia dan terjaga dari hal-hal yang kotor (kotoran yang bersifat maupun ruhani). Selanjutnya kita terjaga dari hal-hal yang tidak bermanfaat dan dari perbuatan-perbuatan dosa dan tercela. Karena wudhu merupakan proses pembersihan badan kita secara silmutan dilanjutkan dalam rangka untuk pembersihan fitrah dan hati atau rohani kita.Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, “Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu solat walau ia sedang tidak shalat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, ampuni dosa dan sayangi dia, ya Allah.”Ketujuh: Amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yang terjadi kerana dosa kita akan dijauhkan oleh Allah. istighfar setiap saat dan dalam segala aktivitas apapun diperintahkan beristiqfar. Ketika kita mau tidur, mau makan dalam melakukan suatu pekerjaan, di jalan, di mobil dan di manapun hendaknya selalu dalam keadaan beristiqfar. Orang yang kuat istiqfarnya, maka insting dan kecenderungan rahmatnya (berguna dan bisa membahagiakan orang lain atau bahkan makhluk lain) sangat kuat sekali. Ia pun juga menjadi penuh dengan keutamaan-utamaan, doanya mustajab dan firasatnya tajam (mampu berpikir positif dan menerawang ke depan/berpikir visioner).Bila kita mampu menjaga dan melakukan tujuh sunnah Rasullullah SAW” ini, maka Insya Allah akan muncul sifat-sifat terpuji. Bicaranya dakwah, diamnya zikir, nafasnya tasbih, matanya memancar cahaya rahmat..x
x





Rabu, 13 Desember 2017

Guru PAUD Terpadu KAMILA


a.      

Mengenal Empat Mazhab Islam


Mazhab Hanafi
Mazhab Hanafi merupakan buah ijtihad dari Imam Abu Hanifah. Beliau dikenal sebagai seorang ahli fiqih pada masanya. Beliau merupakan salah satu ulama yang tinggal di Irak. Dalam kehidupannya, beliau pernah merasakan dua pemerintahan, yaitu pemerintahan Umaiyah dan Abbasiyah.
Beliau merupakan ulama yang sering mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, baik itu ilmu politik maupun ilmu agama. Beliau sering pula mengikuti berbagai diskusi ilmu. Meskipun terkenal sebagai ulama yang berilmu, namun beliau merupakan ulama yang rendah hati. Salah satu ucapan beliau yang cukup terkenal, sekaligus sebagai tanda kerendahan hati beliau adalah: “Bahawasanya pendapat kami adalah salah satu dari pendapat dan jika didapati pendapat yang lebih baik dan tepat maka pendapat itu lebih benar dan utama”.
Banyak juga Megara yang menggunakan Mazhab Hanafi. Negara-negara tersebut diantaranya adalah Pakistan, India, Banglades, Sri Lanka, Maladewa, Mesir bagian utara, sebagian Irak, Syria, Libanon, Palestina, dan Kaukasia (Chechnya dan Dagestan).

Mazhab Maliki
Mazhab Maliki bersumber pada ijtihad yang dilakukan oleh Imam Malik. Beliau adalah seorang ulama dan guru ilmu fiqih yang cukup dikenal pada masanya. Cukup banyak kitab hadist yang dihafal oleh beliau. Selain itu, beliau merupakan salah seorang hafiz Al-Qur’an.
Imam Malik adalah seorang yang aktif dalam menuntut ilmu. Beliau banyak berhubungan  dengan ahli-ahli hadits dan ulama. Imam Malik dianggap sebagai ketua atau imam bagi ilmu hadits. Sanad-sanad (sandararan-sandaran) yang dibawa oleh beliau termasuk salah satu sanad-sanad yang terbaik dan benar. Beliau seorang yang dipercayai, adil dan kuat ingatannya, cermat dan halus memilih rawi-rawi hadits.
Hukum-hukum fiqh yang diberikan oleh Imam Malik adalah berdasarkan Al-Quran dan hadits. Beliau menjadikan hadits sebagai pembantu dalam memahami Al-Quran, Imam Malik sangat cermat dalam memberi penerangan dan hukum-hukum. Beliau berfikir panjang sebelum memberi suatu hukum atau fatwa. Beliau pernah berkata : “Kadangkala aku berjaga satu malam suntuk untuk mencari jawaban atas sebuah persoalan yang disampaikan kepadaku”. Apabila beliau ditanya satu-satu hukum, beliau terus berkata kepada penanya “Pulanglah dahulu supaya aku dapat berfikir”.
Mazhab Maliki dominan di negara-negara Afrika Barat dan Utara. Mazhab ini memiliki keunikan dengan menyodorkan tatacara hidup penduduk Madinah sebagai sumber hukum karena Nabi Muhammad saw hijrah, hidup, dan meninggal di sana.

Mazhab Syafi’i
Mazhab Safi’i merupakan mazhab yang paling banyak digunakan oleh umat muslim di Indonesia. Mazhab ini merupakan hasil ijtihad Imam Syafi’i. Beliau banyak mengembara dalam menceduk dan menimba ilmu. Imam Syafie dianggap seorang yang dapat memadukan antara hadith dan fikiran dan membentuk undang-undang fiqh. Beliau merupakan mujtadid pada abad ke-2 Hijriyah. Imam Ahmad Bin Hambal pernah berkata: “diceritakan kepada nabi Muhamad saw bahwa Allah menghantar kepada umat ini seorang Mujtadid, Umar Bin Abdul Aziz dihantar untuk abad yang pertama dan aku harap Imam Syafie merupakan mujadid abad yang kedua.”
Nama asli Imam Syafi’i adalah Muhammad bin Idris. Beliau dilahirkan di Ghizah, Palestina pada tahun 105 Hijriyah. Pada masa mudanya, beliauhidup dalam kemiskinan. Hal ini membuat beliau menulis ilmu fiqihnya pada batu, tulang, dan pelepah tamar yang dikumpulkannya. Beliau belajar pada beberapa ulama fiqih terkemuka. Diantara ulama-ulama yang pernah mengajarkan ilmu fiqih kepada beliau adalah Imam Malik.
Banyak negara yang menggunakan Mazhab Syafi’i sebagai panduan dalam ilmu fiqih. Negara-negara tersebut diantaranya adalah Indonesia, Turki, Irak, Syria, Mesir, Somalia, Yaman, Thailand, Singapura, Filipina, dan Sri Lanka. Bahkan Mazhab Syafi’I merupakan mazhab resmi untuk negara Malaysia dan Brunei Darussalam.

Mazhab Hambali
Imam Hambali merupakan seorang ulama yang sarat dengan ilmu fiqih. Karena banyaknya ilmu beliau, maka murid-murid beliau menggunakan ijtihad Imam Hambali sebagai mazhab dalam ilmu fiqih. Saratnya ilmu agama yang dimiliki oleh Imam Hambali, membuat banyak ulama yang berguru kepada beliau.
Mazhab Hambali banyak dianut oleh negara-negara di semenanjung Arab. Salah satu negara yang menganut Mazhab ini adalah Saudi Arabia.


Gejala dan pencegahan penyakit Liver

Liver atau hati merupakan organ terbesar kedua dalam tubuh manusia dengan ukuran kira-kira sebesar bola  rugby  dan memiliki dua bagian (l...